Haji Incik Muhammad Damsyik, atau yang lebih dikenal sebagai HIM Damsyik, lahir di Teluk Betung, Lampung, 14 Maret1929  aktor senior Indonesia dan penari. Kedua orang tuanya berasal dari Minangkabau dan termasuk kaum terdidik Minang pada masa itu yang banyak bekerja pada perusahaan-perusahaan Belanda. Sejak kecil putra dari kepala pegawai di perusahaan pelayaran Belanda, KPM, ini telah senang menari. Setiap ada pesta atau perayaan, Damsyik selalu turut ambil bagian dalam menyanyi. Bakatnya semakin terasah saat hijrah ke Jakarta untuk kuliah. Saat itu pada tahun 1950-an masih banyak orang Belanda yang bermukim di Jakarta, sehingga budaya dansa-dansa masih dominan sebagai alat pergaulan termasuk di kalangan mahasiswa. Semasa kuliah, Damsyik pernah aktif sebagai anggota Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada). Pada tanggal 3 Februari 2012 HIM Damsyik menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cinere, Depok, Jawa Barat. Sebelumnya, ia dirawat selama sebulan di rumah sakit MMC Kuningan. Dan jenazahnya di makamkan di TPU Karet Bivak keesokan harinya.

Sejak menjuarai Lomba Dansa Ballroom di Jakarta, kepercayaan diri Damsyik semakin tinggi dan dia memutuskan untuk menekuni dansa secara profesional. Damsyik mendalami dansa selama empat tahun di Rellum Dancing School, Belanda dan menjadi salah satu dari sedikit instruktur dansa Indonesia yang berhasil mengantongi ijazah dansa berkelas internasional. Damsyik pernah menjadi runner up pada lomba dansa internasional di Bangkok. Nama Damsyik pun mulai terkenal sebagai guru dansa untuk tarian jenis ball room dan Amerika Latin pada tahun 1950-an.

Popularitas dansa sempat meredup pada akhir tahun 1950-an saat Partai Komunis Indonesia mencapnya sebagai produk gaya hidup imperialis. Namun lagu resmi Piala Dunia tahun 1998 Perancis, “La Copa de la Vida” yang disenandungkan oleh Ricky Martin secara apik dalam pakem tarian salsa yang atraktif, turut menghidupkan kembali popularitas dansa. Tentu saja hal ini juga membawa imbas positif pada kemampuan menari Damsyik. Selain sering mengajar dansa di kelas-kelas dansa profesional yang tersebar di banyak tempat di Jakarta serta mengajar privat, ayah lima ayah anak ini juga mengajar di sekolah dansa miliknya, Damsyik School of Dance.

Setelah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengakui dansa sebagai olahraga, maka dibentuklah Ikatan Olahraga Dansa Indonesia yang bernaung di bawah keanggotaan KONI. HIM Damsyik menjadi ketua umum pertamanya sejak sejak 12 Juli 2002.

Lelaki bertinggi badan 180 sentimeter dengan berat hanya 55 kilogram ini mulai bermain film pada tahun 1959 dalam Bertamasya. Awalnya Damsyik diajak bermain sebagai aktor oleh sutradara Win Umboh yang sebelumnya telah biasa mengajak dia sebagai koreografer untuk film-filmnya. Namun Damsyik sempat berhenti dan mulai bermain kembali pada tahun 1981. Namanya mulai melejit saat berperan sebagai Datuk Maringgih dalam miniseri televisi Siti Nurbaya (1992). Sampai tahun 1994, Damsyik tercatat telah bermain dalam 62 film bioskop.

Filmografi

  • Langkah-Langkah Di Persimpangan (1965)
  • Djampang Mentjari Naga Hitam (1968)
  • Ratu Ilmu Hitam (1979)
  • Pengabdi Setan (1980)
  • Jaka Sembung (1981)
  • Sundel Bolong (1982)
  • Sangkuriang (1982)
  • Nyi Blorong (1982)
  • Nyi Ageng Ratu Pemikat (1983)
  • Lebak Membara (1983)
  • Kulihat Cinta di Matanya (1983)
  • Pelayan Gedongan (1983)
  • Pengantin Pantai Biru (1983)
  • Senjata Rahasia Nona (1983)
  • Perkawinan Nyi Blorong (1983)
  • Gawang Gawat (1984)
  • Kerikil-Kerikil Tajam (1984)
  • Golok Setan (1984)
  • Darah Perjaka (1985)
  • Ratu Sakti Calon Arang (1985)
  • Romantika (1985)
  • Melintas Badai (1985)
  • Biarkan Bulan Itu (1986)
  • Langganan (1986)
  • Barang Terlarang (1987)
  • Depan Bisa Belakang Bisa (1987)
  • Samson dan Delilah (1987)
  • Malaikat Bayangan (1988)
  • Pembalasan Ratu Laut Selatan (1988)
  • Santet (1988)
  • Ratu Buaya Putih (1988)
  • Kanan Kiri OK II (1989)
  • Ikut-Ikutan (1990)
  • Jaka Sembung dan Dewi Samudra (1990)
  • Di Sana Senang Di Sini Senang (1990)
  • Salah Pencet (1990)
  • Rebo dan Robby (1990)
  • Misteri Janda Kembang (1991)
  • Kembalinya Si Janda Kembang (1992)
  • Selembut Wajah Anggun (1992)
  • Pengantin Rimba Hitam
  • Saya Duluan Dong (1994)
  • Pemburu Teroris (1994)
  • Gordel van Smaragd (1997)
  • Peti Mati (2002)
  • Suster N (2007)
  • Karma (2008)
  • Tarzan ke Kota (2008)
  • Jeritan Kuntilanak (2009)
  • Jinx (2010)
  • 13 Cara Memanggil Setan (2011)
  • Milli & Nathan (2011)

Sinetron

  • Siti Nurbaya
  • Wah… Cantiknya
  • Maha Kasih
  • Anakku Bukan Anakku

Share.