Marissa Grace Haque lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, 15 Oktober 1962. Ia adalah seorang pemeran, sutradara dan produser film dan televisi, konsultan hukum, dosen tamu di berbagai universitas negeri dan swasta, guru pendidikan khusus tunarungu, dan politikus Indonesia. Dia menikah dengan penyanyi rock Indonesia, pencipta lagu, pengembang perumahan, dan politikus dari PAN (Partai Amanat Nasional) Ikang Fawzi (Ahmad Zulficar Fawzi), dan dianugerahi dua orang putri, yaitu Isabella Muliawati Fawzi (Bella) dan Marsha Chikita Fawzi (Kiki). Ia adalah kakak kandung dari Soraya Haque dan Shahnaz Haque.

Pendidikan

  • Doktor dari Institut Pertanian Bogor, jurusan Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan Hidup
  • Magister Humaniora dari Universitas Katolik Atmajaya, Fakultas (LTBI) Linguistik Terapan Bahasa inggris, jurusan Psycholinguistics, dengan spesialisasi Pengajaran Bahasa Inggris untuk Anak-anak Tunarungu (bisu-tuli)
  • Program Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada, jurusan HRO (Human Resource and Organizations), (masih kuliah)
  • Program MA di Universitas Ohio, Athens, AS, jurusan Televisi dan Space Communications / Satelit) (belum selesai)
  • Program MFA di Universitas Ohio, Athens, AS, jurusan Film (belum selesai)
  • Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta, jurusan Hukum Perdata
  • Sekolah Menengah Atas Negeri 8

Marissa berprofesi sebagai aktris, foto model, politikus, sutradara film, penulis skenario flm, penulis artikel di beberapa media, pengacara non-ligitasi, direktur utama PT SAI (Saya Anak Indonesia) Films, aktivis gender, aktivis lingkungan hidup, aktivis ekonomi mikro syariah, direktur Eksekutif e-Gov Institute di Jakarta dan Surabaya, duta Batik Pertiwi Yogajakarta, duta Lingkungan Hidup dari KLH (Kementrian Lingkungan Hidup), duta WWF untuk Badak Cula Satu (Rhinoceros Sondaicus), dan duta KB Mandiri dari BKKBN.

Marissa pernah menjadi model untuk berbagai perusahaan nasional dan internasional, badan-badan pemerintah Indonesia. Hingga kini ia pernah tampil untuk lebih dari 150 produk perusahaan dan badan.

Karier politiknya langsung melesat ketika bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan terpilih sebagai anggota DPR-RI pada tahun 2004. Sebagai pendatang baru dikancah perpolitikan Indonesia, Marissa Haque yang saat itu masih bersekolah di Ohio, Amerika Serikat, Marissa berhasil muncul kepermukaan jagad politik Indonesia. Keberhasilan mendulang suara Marissa diwilayah Jabar2 sangat signifikan. Sebagai kader baru partai banteng bermoncong putih tersebut, Marissa berhasil mendapatkan suara terbanyak ke 5 di daerah pemilihan Jabar 2 (Kabupaten Bandung) melebihi jumlah suara yang berhasil diperoleh Taufik Kiemas suami dari mantan Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri. Suara terbanyak pertama sampai dengan ke empat diperoleh oleh para politisi senior dari partai Golkar semisal Paskah Suzeta, Ade Komaruddin, Ferry Mursidanbaldan, dan sebagainya.Dalam tahap penjaringan calon gubernur Provinsi Banten, ia kalah dengan Ratu Atut Cosiyah sehingga partainya tak merekomendasikan dirinya sebagai kandidat gubernur.

Marissa yang merasa tidak pernah meninggalkan PDIP, pada awal januari 2007 kemudian diberhentikan keanggotaannya oleh Megawati Soekarnoputri karena ia menolak keputusan yang telah ditetapkan partainya yaitu mendukung Ratu Atut Chosiyah , SE binti Prof. Dr. Tb. Chasan Sochib menjadi Calon Gubernur Banten 2007 – 2012.

Dalam pilkada Banten, 2006, ia menerima tawaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Sarikat Indonesia PSI) untuk dicalonkan sebagai wakil gubernur Provinsi Banten. Marissa mendampingi Zulkiflimansyah sebagai kandidat wakil gubernur.

Langkah ini dianggap bertentangan dengan kebijakan resmi PDI-P yang mendukung Pejabat Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Kemudian, PDI-P memperingatkannya namun tidak dipedulikannya. Marissa dipecat dari keanggotaan PDI-P dan resmi diberhentikan dari keanggotaannya di parlemen. Sejak 5 Januari 2007, ia resmi bukan lagi anggota DPR-RI dari Partai PDI-Perjuangan.

Posisinya sebagai anggota DPR-RI digantikan Wila Chandrawila Supriadi. Ini merupakan buntut kekalahannya dari Ratu Atut Chosiyah dan pasangan wakil gubernurnya.

Bulan Oktober 2007, Marissa menyatakan bergabung dengan PPP (Partai Persatuan Pembangunan) bersamaan dengan Paula Simangunsong dan pelantikan dilakukan di DPP PPP, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat. Marissa diberikan amanah menjabat Ketua Bidang Lakmis ( Lembaga Keuangan Mikro Syariah ). Untuk calon anggota legislatif, Marissa menjadi caleg untuk daerah pemilihan kota Bandung dan Ciamis, Jawa Barat.

Kegiatan lain Marissa adalah menjadi Duta Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) yang populasinya tinggal 50-60 ekor diderah Ujung Kulon, Pandeglang, Provinsi Banten. Ia sangat aktif menyebarluaskan informasi pelestarian badak cula satu ini bersama lembaga dunia WWF. Dari kegiatan penyelamatan badak itu, ia kemudian mempelajari seluk-beluk ilmu hukum dan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup di PSL-IPB, Bogor.

Pada bulan Oktober 2008 ini, Marissa berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan S-3 nya dan mendapatkan gelar Doktor.

Bersama alumni IPB lainnya dan beberapa wartawan Lingkungan Hidup Marissa kemudian turut mendirikan Yayasan Daun yang bergerak didalam hal menyuarakan pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian hidup dalam konsep sustainable development (pembangunan berkelanjutan).

Marissa juga tercatat sebagai mahasiswi Pasca Sarjana FEB (Fakultas Ekonomi-Bisnis) – UGM (Universitas Gadjah Mada), Jakarta-Yogyakarta. Bersama Ikang Fawzi suaminya yang mengambil bidang berbeda Startegic Management, Marissa mengambil jurusan Human Resource and Organizations. Lebih jauh, Marissa adalah alumni Fakultas Linguistik Terapan Bahasa Inggris Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta. Ia adalah seorang speech therpist (ahli kewicaraan) dengan kekhususan anak-anak tunarungu. Sebuah universitas di Jakarta mengajaknya membimbing para tunarungu dengan metode the American Sign Language. Dan lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta dengan jurusan Perdata.

Beberapa jaringan radio di Jakarta dan Kota bandung juga telah meminta Marissa untuk memiliki program siaran. Bila benar terjadi, maka Marissa akan menjadi orang kedua yang bergerak diruang siaran radio setelah adik bungsunya Shahnaz Haque yang alumni Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, UI (Universitas Indonesia) berhasil terlebih dahulu terkenal di Radio Delta dalam program Indonesia Siesta berpusat di Jakarta dengan luas jaringan seluruh Indonesia.

Film

  • Yang Tercinta – pemeran utama, 1990
  • Sepondok Dua Cinta – pemeran utama, 1989
  • Biarkan Bulan Itu – pemeran utama, 1987]]
  • Dia Bukan Bayiku – pemeran utama, 1986
  • Sbeneing Kaca – pemeran utama, 1985
  • Matahari-Matahari – pemeran utama, 1985
  • Melintas Badai – pemeran utama, 1985
  • Yang Kukuh dan Yang Runtuh – pemeran utama, 1984
  • Tinggal Landaas Buat Kekasih – pemeran pendukung, 1984
  • Kontraktor, pemeran utama 1984
  • Serpihan Mutiara Retak- pemeran pendukung, 1984
  • Saat-Saat Yang Indah – pemeran pendukung, 1984
  • Anak Suamiku- pemeran pendukung, 1983
  • Seandainya Aku Bisa Memilih – pemeran utama, 1983
  • Merindukan Kasih Sayang – pemeran utama, 1983
  • Asmaraku Asmaramu- pemeran utama, 1983
  • Hukum Karma- pemeran utama, 1983
  • Asmara Dibalik Pintu – pemeran utama, 1983
  • Tangkuban Perahu – pemeran utama, 1982
  • IQ Jongkok – pemeran pendukung, 1982
  • Bukan Istri Pilihan- pemeran pendukung, 1982
  • Bawalah Aku Pergi- pemeran utama, 1982
  • Kembang Semusim- pemeran utama, 1981

Opera sabun

  • Kembang Setaman – pemeran pendukung, 1998
  • Dibawah Purnama Aku Berdoa – pemeran utama, 1997
  • Masih Ada Kapal Ke Padang – pemeran utama, 1994
  • Salah Sambung – pemeran pendukung, 1993
  • Jendela Hati – pemeran utama, 1991
  • Perempuan-Perempuan – pemeran utama, 1990

Produser

  • Sepondok Dua Cinta- 1989
  • Yang Tercinta- 1990,
  • Kembang Setaman- 1998, 20 episode
  • Gelang Besi –1998, 14 episode
  • Dibawah Purnama Aku Berdoa-1997, 27 episode
  • Antara Jakarta dan Perth II –1997, 12 episode
  • Antara Jakarta dan Perth I – 1996, 6 episode
  • Masih Ada Kapal Ke Padang- 1995, 15 episode
  • Salah Asoehan- 1994, 6 episode
  • Salah Sambung- 1993, 26 episode
  • Tetanggaku Idolaku- 1992, 12 episode
  • Perempuan-Perempuan- 1992, 2 episode

Iklan TV

  • Wijaya Karya:Bali View Real Estate di Jakarta
  • Kao-Japan: Biore (busa muka), Sifone (sampo), Laurier (pembalut wanita)
  • Squibb-USA: Counterpain
  • Takeda-Japan: Vitacimin
  • Dewan Pariwisata Indonesia: The Indonesia Spa
  • Dewan Pariwisata Indonesia: Golf in Indonesia

dan sebagai sutradara film, penulis naskah dan produser untuk SAI (Saya Anak Indonesia) Film Productions

Video klip

  • Tanpa Kasihmu, 1999

Film dokumenter

  • Indonesian Women Blue Colar, untuk UI dan Kalyana Mitra, 1997
  • “The Horse Dancers and the Sinden Singer” Sang Sinden dan Jaran Kepang, 2003
  • “Almost Sunrise” (“Matahari Terbit Sebentar Lagi” )- tentang buruh pabrik kretek di Jawa Timur, 2003
  • Ipung, Gadis Puisi, 2003
  • Lastri, Gadis Photo Model, 2003
  • Wiwiek, Berhasil Keluar dari Lokalisasi, 2003
  • Lastri di Tuban, 2003
  • “Lilies sang Sinden”, 2003
  • Borobudur, 2003
  • The Indonesia Shadow Puppet, 2003
  • “Bodehi Puppeteers in Athens”, 2002
  • “The Rite of The Mask” (Pertunjukan topeng Ikranegara, 2002
  • “There is Still a Hope” (“Masih Ada Asa”), tentang TKW di Hongkong2002

Skenario film

  • “Bali Enigma” 2003

Buku

  • Aminah, Rosda Karya Bandung, 2000
  • Bahasa Kasih, 2004

Artikel dan esai

Di berbagai majalah, tabloid, koran, dengan topik ibu dan anak, keluarga dan masyarakat, agama, film, seni dan ilmu pengetahuan, perempuan dan politik di The Jakarta Post, Pikiran Rakyat Bandung, Wanita Indonesia, Femina, Noor

Grant

  • 2002, Federal Assistance Award (AS), untuk mengadakan program pertukaran dengan Indonesia, untuk membuat 7-10 film sepanjang 1 menit tentang “Teaching Tolerance” untuk iklan masyarakat, disiarkan di sejumlah televisi swasta dan umum pada awal 2003
  • 2001, OGS Scholarship dari Universias Ohio untuk memperoleh gelar MFA di Sekolah Film
  • 1997, Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia (DEPNAKER RI), untuk membuat 27 film tentang TKW Indonesia di Arab Saudi
  • 1992, Indomobil Grant untuk membuat 12 opera sabun dengan sejumlah mobil baru produksi perusahaan ini
  • 1990, Dewan Pariwisata Sumatera Utara untuk membuat film di Medan dan Amsterdam, Belanda

Penghargaan

  • 1995, penghargaan Aktirs Terpopuler Kedua oleh Frank Small Associate Research Centre
  • 1994, “Salah Asoehan” sebagai produser dan penuluis skenario, memperoleh tiga penghargaan dalam Festival Sinetron Indonesia
  • 1993, penghargaan sebagai Aktris Terpopuler Indonesia ketiga oleh SCTV, Drama TV Terbaik, Sinematografi Terbaik, Pengarah Seni Terbaik. Juga dinominasikan untuk Sutradara Terbaik, Ilustrator Musik Terbaik, Editor Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik
  • 1992, “Perempuan Perempuan”, nominasi untuk seri drama terbaik dalam Festival Sinetron I
  • 1991, “Yang Tercinta”, nominasi untuk film terbaik dalam FFI
  • 1990, terpilih sebagai Aktris Terpopuler Indonesia Kedua oleh Majalah “Popular”
  • 1987, penghargaan sebagai “Aktris Terbaik” dalam film “Matahari Matahari” pada Festival Film Asia-Pasifik ke-62 di Taipei-Taiwan.
  • 1986, “Biarkan Bulan Itu”, nominiasi untuk Aktris Terbaik pada FFI
  • 1986, terpilih sebagai Aktris Terpopuler Indonesia kedua oleh Majalah “Gadis”
  • 1985, penghargaan “Aktris Pendukung Terbaik” dalam film “Tinggal Landas Buat Kekasih” di FFI 1985, nominasi sebagai “Aktirs Pendukung Terbaik” dalam film “Serpihan Mutiara Retak” di FFI
  • 1985, terpilih sebagai Aktris Terpopuler Indonesia kedua oleh Majalah “Gadis”
  • 1984, terpilih sebagai Aktris Terpopuler Indonesia kedua oleh Majalah “Gadis”
  • 1983, terpilih sebagai Aktris Terpopuler Indonesia kedua oleh Majalah “Gadis”
  • 1983, terpilih sebagai “Ratu Toyota Astra Motor” dari semua model di Asia Tenggara
  • 1982, terpilih sebagai Aktris Terpopuler Indonesia kedua oleh Majalah “Gadis”

Diskografi

  • 1982 – Marissa Haque Band bersama grup musik Symphony dengan label Akurama Records

Mitra luar negeri

  • Membantu RTL channel 4, Netherlands Television Network untuk meliput Pemilu di Jakarta, disiarkan langsung lewat Satelit Palapa, 1992

Organisasi

  • DPP PPP (Partai Persatuan Pembangunan, status: Ketua Bidang Lakmis (Lembaga Keuangan Mikro syariah)
  • IKADIN Depok, status: Ketua Bidang Kehormatan
  • DPP MAI (Masyarakat Agrobisnis & agroindustri Indonesia), status: Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan
  • HKTI (Himpunan Keluarga Tani Indonesia), status: Anggota
  • PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia), status: Anggota
  • PPFI (Persatuan Pengusaha Film Indonesia)
  • KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam), status: Anggota Pokja Hukum dan Pemerintah DN
  • DPP LPKD (Lembaga Pengembangan Kapasitas Daerah), status: Wakil Ketua

Share.