Hanung Bramantyo: Idealisme Pembuatan Film atau UU ITE

Hanung Bramantyo: Idealisme Pembuatan Film atau UU ITE
Foto: Topik Populer - @hanungbramantyo

Topikpopuler.com – Sebagai seorang sutradara, ada banyak hal yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah film. Inilah yang dilakukan oleh Hanung Bramantyo.

Dikenal sebagai pembuat film terkenal, Hanung ternyata pernah mengalami kejadian yang membuat dirinya trauma mendalam.

Baca: Denise Chariesta Selebritas Internet Jalur Kontroversi

Ia mengaku pernah berurusan dengan pengadilan hingga nyaris masuk penjara sebanyak tiga kali, karena dianggap bersalah membuat film yang melanggar UU ITE.

Lee Yong Goo versi Vino G. Bastian | Miracle In Cell No 7 ( 7번방의 선물 ) 

Sebelum mengerjakan film Miracle in Cell No 7, Hanung Bramantyo lebih dulu menonton beberapa versi lain dari film tersebut.

Baca: Arie Untung: Kembali Diterpa Rumor Akibat Click Bait

Hanung Bramantyo: Idealisme Pembuatan Film atau UU ITE

“Jadi awalnya ketika saya mendapat project ini dan saya baca skenarionya, setelah saya baca saya menolak untuk menonton semua filmnya. Karena saya tidak mau ada terpengaruh kan, tapi pada akhirnya sebenarnya saya mikir, kalau saya menolak itu saya malah tidak tau kekuatan dan kelemahan dari yang lain-lain. Akhirnya udah lah saya menonton dulu,” kata Hanung Bramantyo dilansir dari YouTube Grace Tahir, Selasa, 4 Oktober 2022.

Hanung Bramantyo: Idealisme Pembuatan Film atau UU ITE
Foto: Topik Populer – @hanungbramantyo

Setelah menonton, Hanung dapat menyimpulkan bahwa ‘nyawa’ dari film tersebut adalah ingin menonjolkan sisi buruk hukum dari negara masing-masing. Hal itu pun telah dikonfirmasi ke sutradara aslinya.

“Ternyata dari semua film itu spiritnya sama, yaitu bagaimana kepingin menunjukkan keburukan hukum di negaranya masing-masing. Korea lebih-lebih. Jadi setelah ketemu sutradara, saya konfirmasi ternyata iya, jadi dia itu kepingin protes dengan hukum yang membuat rakyatnya, warganya kesulitan dan menjadi korban. Sehingga korbannya adalah mental disability sama anak, jadi itu,” ujar Hanung.

Baca: Ruben Onsu: Toko Kue Thabenia Miliknya Dibobol Maling

Namun sayangnya Hanung tak bisa membawa hal tersebut ke project film Miracle in Cell No 7 versi Indonesia. Karena menurutnya berbenturan dengan hukum yang berlaku. Hanung pun mengungkapkan bahwa dirinya pernah berurusan dengan hukum dan hampir dipenjara.

“Nah spirit itu pingin saya bawa, itu yang ternyata saya mendapat benturan. Saya tidak bisa bebas. Bebas mengkritik pemerintah, lembaga hukum yang ternyata memang bobrok, gak bisa,” ujar Hanung.

“Karena ada Undang-undang ITE. Undang-undang ITE itu yang membuat saya trauma akhirnya, karena saya pernah masuk pengadilan, nyaris masuk penjara, dianggap salah hanya karena membuat sebuah film. Itu hampir tiga kali saya ngelakuin itu dan saya berhadapan sama polisi,” sambungnya.

Hanung Bramantyo: Idealisme Pembuatan Film atau UU ITE
Foto: Topik Populer – @hanungbramantyo

Karena hal itulah yang membuat Hanung memutuskan untuk melepas apa yang ia inginkan dan lebih berfokus pada karakternya saja.

“Akhirnya jadi kayak kalah, gak ada ruang, akhirnya yaudah saya apa adanya aja deh, jadi saya melepaskan itu semua, melepaskan keinginan untuk beda, melepaskan saya harus terlihat ciri khas saya, jadi saya tidak melakukan itu. Dan berat sekali sebetulnya. Ya fokus aja pada si tokoh ini aja,” pungkas Hanung Bramantyo terkait film Miracle in Cell No 7