Biodata
Nama lengkap: Indra BektiTempat & tanggal lahir: Jakarta, 28 Desember 1977Anak ke-2 dari 3 bersaudaraTinggi Badan : 170 cm

Biografi
Masa kecil dari Indra Bekti dihabiskan di kota Jakarta. Indra dibesarkan dari pasangan Aruji Priyanto (ayah) dan Alm. Syaprida (ibu) dalam suasana keluarga yang sangat hangat. Mesti sebagai anak kedua dari empat bersaudara ia tidak merasa manja. Orang tua Indra selalu menanamkan disiplin pada anak-anaknya. Entah itu dalam masalah pendidikan atau peraturan di rumah. Mainan Indra dulu masih berbau kampung, seperti petak umpet, kucing-kucingan dan main air adalah mainan favoritnya. Ada satu kejadian yang sampai saat ini masih membekas dalam ingatannya. Sewaktu kecil ia memang sedikit bandel, waktu duduk di bangku SD, bersama sepupu ia bermain di kolam, kebetulan tempatnya tidak jauh dari rumah. Sesampai di sana, ia dan sepupunya saling bercanda dengan menyemprotkan air ke tubuh mereka masing-masing. Ketika sepupunya lagi lengah, Indra bermaksud ingin mengagetkan dia dengan mendorong badannya masuk ke kolam. Ternyata dorongan Indra itu terlalu kencang, hingga dia kehilangan keseimbangan saat kakinya terpeleset. Indra bilang bunyinya “Bruk..” dia terguling disambung dengan benturan kepalanya mengenai batu. Lalu Indra terperangah melihat darah yang mengalir di bagian kepala sepupunya. Dari kejadian itulah, Indra trauma bermain di kolam. Lalu ada satu permainan yang sering Indra lakukan sendiri di rumahnya, yaitu membacakan berita. Dari kecil Indra ingin sekali menjadi presenter atau pembawa acara. Masih terekam dalam memorinya, Indra sering menirukan gaya orang yang sedang membawakan berita di televisi. Dengan cara bercermin atau berada di depan tembok, gaya bicara Indra pun berubah sedemikian rupa biar kelihatan berwibawa he. Indra lalu berujar “Entah kenapa aku merasa percaya diri melihat diriku di cermin, sesekali aku berkhayal di depan aku berdiri ada sebuah kamera yang nantinya wajahku akan direkam di televisi dengan membawa naskah berita di tanganku, melihat tingkahku seperti itu, aku jadi bahan tertawaan seisi rumah.” “Karena mendengar suaraku yang selalu berubah-ubah” begitu ujarnya. Lalu waktu duduk di bangku SMP, Indra mengisi suara untuk film kartun yang berjudul Candy-Candy. Saat itu film kartun ini populer di zamannya. Meski hanya mengisi suara saja, ia sudah bangga sekali, kalau tidak salah waktu itu dibayar pertokohnya Rp 30 ribu. Indra bisa membeli apa saja yang ia inginkan tanpa harus merengek dulu sama orang tua. Lalu ia berkata “Uih…gimana tidak girang, di usia terbilang muda aku sudah bisa menghasilkan uang sendiri.” “Inilah uang pertama hasil keringatku sendiri” begitu ujarnya. Dari sinilah Indra termotivasi untuk terus belajar. Selepas SMA ia mencoba siaran di radio dan akhirnya aku masuk tv juga, ia berujar “Alhamdulillah kerja kerasku selama ini dapat dinikmati oleh semua orang-orang yang kucintai” begitulah ujarnya. Akhirnya, tibalah saatnya ketika mimpi Indra benar-benar menjadi kenyataan. Dia masuk televisi. Wajahnya kali pertama muncul menjadi pemandu acara Tralala Trilili bersama Agnes Monica. Setelah itu, tawaran pun datang menjadi penyiar radio swasta. Di tempat ini ia mengaku mendapatkan pelajaran khusus antara lain soal public speaking. Semua itu menjadi bekal yang amat berarti baginya. Tamat SMA, langkah pemuda yang mengoleksi banyak topi ini makin kencang. Tidak sulit baginya menentukan pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pria setinggi 170 cm ini kuliah jurusan public speaking D1 di London School.

Karir

Filmografi: – Bad Wolfs, 5 Sehat 4 Sempurna- Cinta 24 Karat- Biarkan Bintang Menari (BBM)

Iklan :- Bintang iklan berbagai produk

Prestasi :- Juara I Cipta Bintang Sinetron (1996)- Abang None Jakarta Wakil 2 Jakarta Timur (1997)- Juara I Lomba Presenter (1998)Presenter: – Ceriwis (Trans TV)

Share.