Nano Riantiarn Berpulang, 4 Tahun Tumor di Paha, Merambat ke Paru-paru

Nano Riantiarn Berpulang, 4 Tahun Tumor di Paha, Merambat ke Paru-paru

Nano Riantiarn Berpulang, 4 Tahun Tumor di Paha, Merambat ke Paru-paru

Topikpopuler.com – Aktor, sutradara, sekaligus penulis Nano Riantiarn kini sudah pergi untuk selama-lamanya.

Ia meninggalkan karya hiburan yang luar biasa bagi tanah air.

Kini terungkap bahwa ternyata di balik meninggalnya Nano Riantiarn, riwayat sakitnya cukup menyedihkan.

Baca: Deddy Corbuzier Protes Kenapa Fajar Sadboy Masuk TV, KPI Lawan Balik

4 Tahun Tumor di Paha, Merambat ke Paru-paru

Nano Riantiarno, pendiri Teater Koma meninggal dunia di rumahnya pada Jumat (20/1/2023). Sebelum wafat, seniman 73 tahun itu memiliki riwayat tumor.

Putra Nano Riantiarno, Rangga Bhuana memaparkan, ayahnya sudah sakit tumor selama empat tahun.

Penyakit ini diawali dari munculnya benjolan di kaki.

“Empat Tahun ini sudah ada benjolan di paha. Jadi beliau operasi, ternyata tumor. (Tumor di) paha kiri diangkat. Ternyata tumor,” kata Rangga Bhuana di rumah duka kawasan Bintaro, Tangerang Selatan pada Jumat (20/1/2023).

4 Tahun Tumor di Paha, Merambat ke Paru-paru
Foto: Doc/Topikpopuler

BacaDitemukan Benda Asing di Kamar Betrand Peto, Sarwendah: Kok Ada Disini?

Setelah menjalani operasi pada November, kurang dari sebulan Nano batuk-batuk.

Keluarga kembali melakukan pemeriksaan pada sang aktor.

“Rontgen 3 Desember, ternyata ada penyebaran ke paru-paru,” terang aktor di Teater Koma ini.

Nano Riantiarn Berpulang

Nano Riantiarno sempat pulang ke rumah.

Namun kondisinya makin drop dan dirawat di ICU Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Beberapa hari dirawat di sana, Nano Riantiarno akhirnya dipindah ke Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat.

“Pulang Senin kemarin dan kondisinya memang sudah menurun,” kata Rangga Bhuana.

Lamanya Nano berbaring juga memengaruhi badannya.

Nano Riantiarn Berpulang
Foto: Doc//Topikpopuler

Baca: Disebut Putus dengan Faris, Nathalie Holscher: Kita Kan Beda Profesi Say!

“Bagian bokongnya agak sakit, lecet. Karena di paru-paru, jadinya sesak juga,” terangnya anak Nano.

Hingga pada akhirnya, Jumat pagi tadi Nano meninggal dunia di rumahnya.

Rencananya, keluarga akan memakamkan Nano di Taman Makam Giri Tama, Tonjong, Bogor pada Sabtu (21/1/2023).